Sunday, February 28, 2016

Musik Rock dan Orchestra


Musik Rock adalah suatu genre atau aliran sebuah musik sedikit          keras yang cendrung memiliki ciri khas efek distorsi pada instrument gitar              dengan karakteristik vokalis yang mempunyai suara yang khas. (http://id.wikipedia.org/wiki/rockhistory). Begitu banyak orang dibelahan dunia yang mencintai musik yang pengusungnya selalu berpenampilan nyentrik ini. Di Indonesia khususnya, begitu antusiasnya mencintai musik rock, walaupun era musik pop komersial di Indonesia sedang diminati sebagian masyarakat Indonesia saat ini. Bagi kaum awam yang tidak begitu paham dengan istilah musik komersial mungkin sangatlah menikmati musik yang menurutnya enak ditelinga itu. Musik yang digemari banyak masyarakat di Indonesia pada era sekarang ini adalah musik pop melayu yang bertemakan tentang cinta. Tidak bagi fanatic rock, sebagian masyarakat pecinta musik rock sangat tidak bersahabat dengan tema lagu cinta. Terkadang mereka lebih mencintai musik dengan tema kebebasan dan kegalauan jiwa.
Di Indonesia ada beberapa group band yang mengusung aliran rock untuk jenis musik yang mereka suguhkan untuk pendengarnya. Dari beberapa yang dimaksudkan seperti Roxx Band, Jamrud, , Boomerang, Superman Is Dead,         J-Rock, Kotak, Serious, T.R.I.A.D dan mungkin masih banyak lagi selain yang disebutkan. Musik rock sangat identik dengan darahnya anak muda, mungkin dikarenakan ekspresi jiwa anak muda yang sangat emosional dan sangat ingin kebebasan, perdamaian serta ketenangan jiwa dari pesan suatu lagu rock yang mereka nikmati.
Dalam waktu belakangan ini Indonesia dihebohkan dengan hadirnya band rock legendaris dunia seperti Metallica. Kehadiran Metallica sangat menarik antusias pecinta rock dalam negeri untuk menyaksikan dan menikmati musik yang Metallica suguhkan untuk Indonesia. Walaupun Metallica bukan band yang mengadopsi rock murni melainkan metal rock, namun musik yang Metallica suguhkan masih dalam nuansa rock.
Berbeda dengan Orchestra, orchestra adalah penggabungan dari beberapa ansambel instrument musik yang sengaja digabungkan untuk mendapatkan  sebuah musik yang indah untuk tujuan kesempurnaan musik. (http://id.wikipedia.org/wiki/orchestra). Orchestra identik dengan musik klasik yang terkadang hanya berupa instrument tanpa hadirnya adanya vokalis yang menjadi pendamping didalamnya Ada beberapa punggawa yang cukup terkenal sebagai komponis untuk musik orchestra, diantaranya seperti Mozart, Bethoven, J.S.Bach, F.Chopin. Di Indonesia yang cukup dikenal sebagai komponis musik orchestra adalah Oni ‘n Friend dan Erwin Gutawa Orchestra.
Erwin Gutawa Orchestra berdiri pada tahun 1993. Disinilah karir Erwin Gutawa mulai menanjak, terbukti dari Orkestra ini ia berhasil mendampingi konser–konser besar seperti Konser Ruth Sahanaya from Finlandia to Cafe (1992), Konser Harvey Malaiholo (1992), BASF Award (1993), Konser Krisdayanti (2001), SCTV Award (2001), dan masih banyak lagi konser–konser besar yang pernah ia dan Erwin Gutawa Orkestra pertunjukkan.
Dari pengertian musik rock dan orchestra yang sebagaimana telah dijelaskan, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis aliran musik ini sangat berbeda warna musik dan pesan yang ada dalam kedua musik tersebut. Erwin Gutawa adalah salah satu pelopor penggabungan musik rock dengan orchestra yang menjadikan kedua jenis musik yang berbeda itu menjadi satu warna musik yang unik. Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal menjadi konsep utama dalam album Erwin Gutawa Rockestra. Sebuah konsep yang bisa dibilang unik dan untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, sebuah sinergi yang membentuk rock epik yang simfonik sekaligus membuktikan keampuhan instrumentasi orkestra ketika beradaptasi dalam musik rock.
Penafsiran dan interprestasi Erwin Gutawa terhadap rockestra melahirkan kemasan yang berbeda-beda di setiap lagu di albunya. Materi rock diekspresikan secara berlainan, melalui variasi jenis alat musik yang dilibatkan didalam setiap lagunya serta kuantitas atau banyaknya alat musik yang dimainkan disetiap lagu. Ide menggabungkan musik rock dengan orkestra dalam sebuah album studio memang bukan ide baru atau prinsinal. Di tahun 1969, Jon Lord dan Deep Purple pernah merilis album bertajuk Concerto For Group and Orchestra yang 30 tahun kemudian mereka rekam kembali di album berjudul Deep Purple In Concert with the London Symphonic Orchestra. Begitu pula album S&M (Symphony & Metallica–Red) dimana Metallica berkolaborasi dengan San Fransisco Symphony di akhir tahun 1999. Dan masih banyak lagi proyek serupa lainnya dari band–band rock dunia terkenal.
Erwin Gutawa merilis album paling ambisius sepanjang karir bermusiknya, Rockestra. Sebuah album studio berisi repertoar rock tanah air dari empat dekade yang diaransemen ulang olehnya dan dihadirkan secara megah dan epik bersama salah satu orkestra terbaik di dunia, London Symphony Orchestra (LSO). Rock yang ekspresif dan orkestra yang megah serta kolosal mendasari produksi album Rockestra ini. Sinergi ini membentuk rock epik yang simfonik, sekaligus membuktikan instrumentasi oskestra dapat beradaptasi dalam musik rock.

Materi lagu rock era 70 (Malaria, Hilangnya Seorang Gadis, Jenuh, Kemarau), era 80 (Kehidupan), era 90 (Rock Bergema, Kuingin, Jangan Ada Angkara) adalah lagu-lagu yang memiliki lirik dengan makna yang luas mengenai kehidupan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan. Dan juga materi lagu dari era 2000 (Kasih Tak Sampai, Bendera), dan ditambah dua buah lagu baru (Perang Dengan Hati, Sesal) adalah lagu-lagu yang diracik menjadi sebuah warna baru dari penggabungan dua aliran musik yang berbeda seperti rock dan orchestra.

Saturday, February 27, 2016

10 Teknik Bermain Drum



Dalam dunia drumming, ada banyak teknik yang digunakan untuk memainkan instrument Drum Set, diantaranya adalah :
  1. Teknik double pedal (double bass) adalah suatu cara memainkan double pedal (pedal ganda) dengan menggunakan kedua kaki untuk menghasilkan beat-beat (pukulan-pukulan) yang cepat dan rapat pada bass drum. Penggunaan double pedal lebih sering digunakan pada musik yang beraliran keras seperti rock dan sejenisnya.


Menurut Denny (2003: 1) mengatakan bahwa :
Untuk memainkan double pedal sangat diperlukan keseimbangan badan, kekuatan dan kontrol yang baik dari anggota tubuh serta tempo yang konstan. Permainan double pedal tidak dapat dipelajari dengan membaca notasi musik saja, tetapi untuk memainkan double pedal diperlukan suatu teknik yang sulit didapat dengan sendirinya. Jadi sangat diperlukan suatu  kemauan dan usaha yang keras untuk menguasainya.

  1. Teknik Rim-shot adalah teknik pukulan pada snare, tom-tom dan instrumen perkusi lainnya yang berbentuk tabung berkulit, dimana stik dipukulkan mengenai rim dan headnya secara bersamaaan.
Menurut Schroedl (2005: 43) mengatakan bahwa :
Suara Rim Shot digunakan untuk menciptakan suatu hentakan yang lebih tajam ketika memainkan back beat (hitungan kedua dan keempat) dalam sebuah irama atau aksen sebuah sebual fill. Untuk memainkan rim-shot, pukullah head snare dan rim pada waktu yang bersamaan, dengan stik yang sama.

  1. Teknik Cross-stick adalah suatu teknik memainkan snare drum dengan cara membaringkan stik pemukul diatas dengan tangan kiri, dimana bagian depan stik diangkat dan dihentakkan pada bagian rim.
Menurut Schroedl (2005: 43) mengatakan bahwa :
Suara Cross-stick (kadang-kadang disebut ‘rim click’ atau ‘side stik’) cukup sering digunakan dalam balada. Selain itu, juga digunakan dalam banyak gaya music lain. Untuk menghasilkan suara cross stick, baringkan stick melintang di atas snare sehingga menempel pada rim dan head snare, lalu angkat dan hentakkan pada rim.



  1. Teknik Flame (flam) adalah cara memukul head pada bagian drum set (snar, tom-tom) dengan menggunakan kedua stik, dimana salah satu stik lebih dahulu dipukulkan lalu menyusul stik berikutnya. Pukulan yang kedua lebih keras dari pada pukulan yang pertama.
Menurut Bone (2011: 43) mengatakan bahwa :
“Flame adalah dua pukulan yang hamper bersamaan suaranya, yaitu not kecil yang dimainkan pukulannya lebih lemah (pelan) dari pada not aslinya yang lebih keras (Jelas)”.

Anugrah dan Hendro (2003: 33) mengatakan bahwa :
“Flame adalah teknik bermain dengan melengkapi not kecil (dipukul lebih pelan) di depan not aslinya”.

Schroedl (2005: 44) mengatakan bahwa :
Flame adalah sebuah cara untuk membuat drum terdengar lebih nyaring dan mantap. Flam terdiri dari not hiasan dan not utama. Not hiasan dimainkan lebih lembut, tepat sebelum not utama. Mulailah dengan memegang stik kirimu sekitar 8 cm diatas head, sementara stik kananmu sekitar 25 cm diatas head. Ketika kamu mengarahkan kedua stikmu menuju head, gerakkan stik kiri untuk melancarkan pukulan pertama (not hiasan), diikuti pukulan dengan stik kanan (not utama).

Sedangkan menurut Sungkar (2006: 77) mengatakan bahwa :
Flame adalah kombinasi ketukan/pukulan not kecil (small note/grace note) dengan not utama (main note). Kedua ketukan not tersebut tidak dipukul/dimainkan bersamaan, tetapi dipukul/dimainkan hampir bersamaan, yaitu not kecil (small note) dimainkan sebelum not utama (main note).

  1. Teknik Choke simbal adalah suatu cara menghentikan dengingan simbal yang baru dipukul dengan cara memegangi bagian tepi simbal.
Menurut Schroedl (2005: 45) mengatakan bahwa :
Memegangi simbal crash untuk menghentikan dengingannya (setelah berbunyi) dikenal dengan istilah choking the cymbal (menahan simbal).Trik ini biasa dilakukan jika suatu lagu yang dimainkan oleh band berhenti secara tiba-tiba dan tidak ingin dengingan simbal terus berbunyi. Untuk menahan simbal, pukul simbal crash seperti yang biasa kamu lakukan dengan stik kananmu. Setelah itu, sambil terus memegangi stik dibagian kirimu, gunakan tanganmu untuk menahan simbal dengan jari telunjuk di atas dan jari-jari lain di bawah.

  1. Teknik Closed Hi-hat adalah cara memainkan hi-hat dengan memukulnya pada posisi tertutup rapat untuk menghasilkan suara yang lebih lembut. Agar hi-hat tertutup rapat gunakan kaki kiri untuk menginjak pedal hi-hat.
Bone (2001: 7) mengatakan bahwa :
“Untuk memainkan close hi-hat, tekan telapak kaki kiri pada pedal hi-hat tanpa mengangkat tumit”.

  1. Teknik Sloshy-hat merupakan cara memainkan hi-hat dengan memukulnya pada  posisi setengah terbuka untuk menghasilkan suara berdesis keras dan lebih tajam. Agar posisinya   setengah terbuka,  kaki kiri pada pedal hi-hat agak diangkat sedikit.
Schroedl (2005: 20) mengatakan bahwa :
“Untuk mendapatkan suara ‘sloshy’ dari hi-hat terbuka, kurangi sedikit tekanan kakimu pada pedal”.

  1. Teknik open Hi-hat adalah suatu teknik memukul hi-hat, dimana hi-hat dipukul pada posisi hampir terbuka, setelah itu hi-hat langsung ditutup kembali dengan menginjak pedal hi-hat.
  2. Teknik Press-Roll adalah cara memainkan snare drum dengan mengusahakan stik pemukul bergetar pada permukaan head snare, sehingga menghasilkan bunyi yang ramai.
  3.  Teknik Single Stroke adalah cara memukul bagian drum set (snar, tom-tom, hi-hat)  dengan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri secara bergantian.

Selain beberapa teknik di atas, masih banyak lagi teknik-teknik dalam bermain drum set (instrumen perkusi). Semakin banyak teknik yang dikuasai oleh seorang drummer, maka semakin baik dan variatif cara permainannya. Peneliti menyimpulkan bahwa teknik drum yang digunakan didalam lagu Rock Bergema adalah hampir menggunakan keseluruhan dari kesepuluh teknik permainan drum yang tertulis didalam dunia drumming.

Pengertian Drum

Menurut Banoe (2003: 124) mengatakan bahwa :
Drum-set adalah perangkat alat musik drum dalam suatu pementasan, berupa snare drum, sepasang tom-tom (kecil dan sedang), sebuah tom besar (Floor tom), sebuah bass drum dan sepasang cymbal hit-hat. Kombinasi perlengkapan tergantung si pemain.

Selain itu, menurut Anugrah dan Hendro (2003: 35) mengatakan bahwa : “drum set adalah jenis alat musik pukul atau perkusi dengan stik pemukul di kedua telapak tangan kanan dan kiri, drum set adalah alat musik pukul yang termasuk dengan golongan membranophone”.

Dari beberapa pendapat di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Drum set adalah gabungan beberapa instrumen perkusi (alat musik pukul) yang biasanya terdiri dari : snare drum, tom-tom (kecil, sedang dan besar), bass drum dan berbagai jenis cymbal yang dimainkan oleh satu pemain drum (Drummer).
Gambar Drum Set


Bagian-bagian drum set

Dalam bermusik setiap pemain drum memiliki konsep tersendiri dalam mengeset dan mentuning drum setnya. Ada pemain drum yang mengeset drumnya dengan menggunakan double bass drum, menggunakan sejumlah cymbal dengan ukuran dan jenis yang berbeda, menggunakan dua senar drum yang berbasis jenis, menggunakan lima buah tom-tom dan lain-lain. Ada yang mentuning drumnya low-middle, high-middle dan lainnya. Itu semua sesuai dengan kebutuhan, karakter dan jenis musik yang dimainkan oleh drummer tersebut.

Analisis Musik


Menurut Prier SJ (2008:124) menyatakan bahwa:
“Analisis musik adalah memotong dan memperhatikan detil sambil melupakan keseluruhan dari sebuah karya musik. Keseluruhan berarti: memandang awal dan akhir dari sebuah lagu serta beberapa perhentian sementara ditengahnya;gelombang-gelombang naik-turun dan tempat puncaknya; dengan kata lain dari segi struktur.”

Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa analisis musik adalah kegiatan membedah dan meneliti dengan teliti sebuah karya musik dengan mengesampingkan keseluruhan karya itu. Dengan memperhatikan struktur seperti gelombang naik-turun hingga puncak dari karya tersebut.
Menurut The Grove Concise Dictionary Of Music, Stanley S (2009:97):
Analysis : The part of the study of music which takes the music itself, rather than any external factor, as it is starting point. It normally involves resolution of musical structure into relatively simpler constituent elements and the investigation of the role of those elements in the structure. There are many different and methods of analysis, including by fundamental structure, by theme, by form, by phrase structure and by information theory.

Analisis adalah salah satu bagian dari pelajaran musik dimana musik itu diperdalam berdasarkan beberapa faktor luar sebagai langkah awal. Hal ini biasanya berhubungan dengan penyelesaian struktur musik ke dalam bentuk yang sederhana dan meneliti aturan elemen-elemen yang terdapat di dalam struktur itu. Banyak perbedaan tipe dan metode dalam analisis termasuk stuktur dasar musik, tema, bentuk, struktur frase.

Maka berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis merupakan salah satu aktifitas musik untuk mempelajari suatu karya secara mendalam. Elemen-elemen yang menjadi bahan yang akan diteliti yakni struktur dasar, tema, bentuk, struktur frase. Analisis terhadap permainan drum pada lagu Rock Bergema Aransemen Ewin Gutawa Orch stra ini juga akan dilakukan dengan meneliti struktur yang ada di dalamnya. Dalam penjabaran berikutnya, analisis yang akan dijabar mencakup frase, bentuk, struktur dasar, tema, keterangan bagian partitur

IDO CREATIVE SOUND

IDO CREATIVE SOUND

Jln Pintu Air Gg. Rel no 46 B, Medan

Event Management, Music & Sound, Event Concept, Artis, Rigging, Keyboard. 

Tersedia paket sesuai budget. Keterangan lebih lanjut hubungi:

AGINTABBM 7EC445CC
Call 0822 7642 8112